Skip to content

Artikel Ilmiah Berbasis Penelitian

2013 March 4
Posted by Dwi Harsono

Pendahuluan
Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan dan memberikan panduan teknis penulisan artikel ilmiah yang berasal dari penelitian. Sebagai tenaga pendidik, guru dituntut untuk mampu membuat tulisan berupa artikel yang bersifat ilmiah umum maupun berasal dari penelitian. Dengan demikian tradisi publish and perish dapat tetap lestari di lingkungan akademik. Pemaparan tentang artikel ilmiah hasil penelitian diawali dengan menjelaskan istilah artikel ilmiah dan dilanjutkan dengan bentuk-bentuk dari artikel ilmiah yang dikenal dalam masyarakat. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, tulisan ini juga menjelaskan karakteristik yang dimiliki artikel ilmiah dan perbandingannya dengan laporan penelitian sehingga peserta dapat membedakannya dengan baik. Pada bagian akhir, penulis memberikan panduan umum penulisan serta tips dan trik dalam menyusun karya ilmiah berbasis penelitian.

Artikel Ilmiah
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan secara singkat artikel ilmiah sebagai karya tulis lengkap. Definisi ini memberikan gambaran yang bersifat umum dan tidak secara rinci menjelaskan isi maupun bentuknya. Sedangkan pengertian umum artikel ilmiah adalah suatu penyampaian ide dan gagasan tentang obyek kajian tertentu kepada pembaca menggunakan bahasa tulis dan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah. Dalam pengertian tersebut, artikel ilmiah memiliki bobot karena didalamnya mengemukakan adanya muatan ide maupun gagasan dari penulis. Di samping itu, artikel harus disusun dengan memperhatikan metode penulisan baku karya tulis ilmiah. Bentuk-bentuk dari artikel ilmiah adalah tulisan sastra, artikel penelitian, artikel ilmiah, laporan laboratorium, tesis, dan lain-lain.

Ketentuan baku dalam pengertian umum memberikan beberapa karakteristik dalam artikel ilmiah. Karakteristik yang dimiliki oleh artikel ilmiah adalah:
1. Sintesa temuan tentang suatu topik tertentu dengan pendapat penulis
Artikel ilmiah memaparkan gagasan dan ide yang diperoleh penulis setelah melakukan kajian atas topik tertentu berdasarkan teori dan fakta. Pemahaman tentang teori bisa dilakukan dengan kajian akademik terhadap beragam pustaka sedangkan fakta berasal dari fenomena yang terjadi di sekitar penulis. Dengan teori dan fakta yang dikaji, penulis dapat mengemukakan titik temu sebagai sintesa untuk memecahkan permasalahan.

2. Produk yang menunjukkan keaslian (originalitas) karya dari penulis
Artikel ilmiah merupakan produk yang dihasilkan oleh seorang penulis setelah melakukan proses berfikir yang sistematis. Namun demikian, proses sistematis hanyalah alat yang digunakan agar karya tersebut diakui secara ilmiah. Sedangkan ide dan temuan yang dikemukakan harus berasal dari penulis sendiri sebagai hasil dari proses kreatif selama melakukan penyusunan karya ilmiah. Akhirnya, produk yang dihasilkan memiliki derajat keaslian yang tinggi dan bukan menjiplak dari hasil karya orang lain.

3. Pengakuan/pernyataan/jawaban terhadap sumber yang digunakan dalam tulisan
Karya ilmiah merupakan hasil kajian dari berbagai sumber yang menghasilkan pemikiran-pemikiran baru. Perkembangan ini menunjukkan bahwa produk ilmiah juga tidak berhenti dan saling terkait. Pengakuan atas hasil karya orang lain dalam bentuk sitasi merupakan penghargaan atas karya ilmiah yang dihasilkan seorang pemulis.

4. Memperlihatkan eksistensi penulis dalam lingkungan akademik
Kredibilitas akademik dapat diperoleh melalui karya ilmiah yang dihasilkan oleh seorang penulis. Terlebih lagi, apabila artikel ilmiah tersebut dikutip oleh banyak penulis konsekuensinya eksistensi dan kredibilitas yang dimiliki semakin tinggi.

Beberapa karakateristik yang dimiliki menunjukkan bahwa artikel ilmiah memiliki perbedaan dengan tulisan biasa karena dalam proses penyusunannya penulis tidak bisa semuanya sendiri dalam mengungkapkan ide atau gagasan yang dimiliki. Penulis harus mengikuti kaidah yang diterima oleh masyarakat ilmiah dalam menyusun artikel ilmiah.
Sesuai dengan klasifikasi bentuk karya ilmiah, artikel ilmiah memiliki bentuk yang berbeda dengan tulisan populer. Meskipun beragam, artikel ilmiah seringkali berasal dari laporan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Laporan penelitian diubah formatnya menyesuaikan gaya selingkuh yang dibutuhkan oleh artikel ilmiah tersebut.

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Secara sederhana, laporan hasil penelitian dan artikel hasil penelitian dapat dibandingkan sebagai berikut:
Laporan Penelitian:
Menggunakan metode Ilmiah
Memiliki format baku tentang struktur laporan
Panjang tulisan tidak terbatas karena menyesuaikan temuan di lapangan

Artikel Hasil Penelitian:
Menggunakan metode Ilmiah
Format tulisan relatif fleksibel
Berbentuk esai, pendek dan mengutamakan analisis dan temuan

Berdasarkan perbandingan di atas, baik laporan penelitian maupun artikel hasil penelitian menggunakan metode ilmiah dalam penyusunannya. Namun demikian keduanya memiliki perbedaan dari sisi format dana panjang tulisan.

Perbedaan muncul dalam format penulisan laporan penelitian dengan artikel hasil penelitian. Teknik penulisan dalam laporan penelitian sudah baku dan harus mengikuti ketentuan yang berlaku menurut lembaga yang membiayai penelitian. Meskipun demikian, format tersebut juga mengikuti kaidah umum yang berlaku dalam penyusunan laporan penelitian karena penelitian diharapkan juga dibaca dan juga dilakukan oleh orang lain. Konsekuensinya format laporan penelitian seringkali hampir sama di berbagai lembaga dan bersifat universal. Berbeda dengan format penulisan artikel hasil penelitian, yang seringkali harus mengacu kepada gaya selingkung dari jurnal atau majalah ilmiah yang akan memuat artikel tersebut. Sama halnya dengan format artikel untuk dipresentasikan dalam sebuah konferensi atau seminar, seringkali format penulisan sudah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Apabila penulis tidak mengikuti gaya penulisan yang dipersyaratkan, dapat berakibat artikel diminta direvisi atau bahkan ditolak oleh pengelola jurnal maupun panitia konferensi.

Hal yang berbeda dalam laporan dengan artikel hasil penelitian juga terdapat panjang pendeknya tulisan yang dibuat.
Laporan penelitian seringkali panjang karena kekuatannya adalah pada analisis dan temuan yang diperoleh sehingga membutuhkan pemaparan yang gamblang agar pembaca menjadi jelas. Akibatnya, laporan penelitian dapat menjadi sangat panjang, terlebih lagi apabila analisis maupun temuan yang diperoleh menarik. Laporan penelitian diharapkan mampu memberikan penjelasan yang rinci sehingga pembaca seperti mengikuti proses penelitian yang terjadi tanpa keterlibatan peneliti secara langsung. Sebaliknya, artikel hasil penelitian lebih pendek tulisannya karena hanya memuat bagian-bagian penting dari penelitian. Artikel hanya memaparkan permasalahan, analisis dan temuan yang diperoleh penulis. Bahkan karena gaya selingkung yang berbeda-beda, jurnal ilmiah bisa melakukan penyuntingan atas artikel yang disusun sehingga tulisan menjadi lebih pendek lagi. Hal ini masuk akal karena jurnal ilmiah memiliki jumlah halaman yang terbatas sehingga artikel yang terlalu panjang justru diminta untuk dipersingkat.

Struktur Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Dalam pemaparan berikut dijelaskan sistematika yang bisa digunakan dalam menyusun artikel ilmiah hasil penelitian.
1. Judul
Judul merupakan bagian penting dalam artikel hasil penelitian karena bisa menarik perhatian pembaca. Agar pembaca tertarik, judul sebaiknya menarik keingintahuan pembaca meskipun tetap memperhatikan topik utama artikel. Namun demikian, judul seyogyanya singkat, padat dan tidak terlalu panjang, maksimal 15 kata. Judul artikel yang berasal dari penelitian kualitatif mendeskripsikan konsep utama yang menjadi topik penelitian. Apabila penelitian yang dilakukan adalah kualitatif, judul mencantumkan hubungan antar variabel yang diteliti.

2. Abstrak
Abstrak merupakan gambaran singkat artikel yang memuat aspek-aspek penting dalam penelitian. Jumlah kata dalam abstrak beragam tapi dalam abstrak yang berbahasa Inggris jumlah kata maksimal yang disarankan adalah 300 kata. Abstrak terdiri dari 3 bagian, meliputi: masalah atau tujuan penelitian, prosedur penelitian dan ringkasan hasil penelitian. Pada bagian bawah abstrak mencantumkan kata kunci sebanyak 3 – 5 kata.

3. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian yang mengambarkan skenario dari susunan artikel dengan panjang kurang lebih 10 persen dari artikel secara keseluruhan. Sebagai bagian yang menggambarkan struktur artikel, pendahuluan harus mudah dimengerti dan menarik sehingga keingintahuan pembaca menjadi lebih besar untuk membaca bagian utama dari artikel. Secara umum pendahuluan tersusun atas 4 bagian.
a. Bagian pertama adalah presentasi masalah yang menjadi topik dari artikel. Bagian ini berperan sebagai rasional tulisan berdasarkan fakta-fakta dan dan pendapat ahli yang berbicara tentang konsep utama yang menjadi permasalahan dalam artikel.
b. Bagian kedua menjelaskan relevansi konseptual antara masalah dengan perkembangan ilmu yang menjadi bidang kajian artikel. Keterkaitan antara konsep yang menjadi masalah dalam artikel dengan perkembangan ilmu secara umum memberikan peluang kepada artikel untuk memberikan sumbangan pemikiran terhadap teori yang menjadi kajian dalam artikel. Dengan demikian penulis bisa memposisikan diri dalam perkembangan teori yang terkait dengan artikel yang ditulis.
c. Bagian ketiga memuat cara yang digunakan oleh penulis untuk memecahkan masalah dalam tulisan. Sebagai artikel hasil penelitian, bagian ini memuat metode atau prosedur yang dilakukan oleh peneliti untuk melakukan penelitian sekaligus teknik analisis yang digunakan. Meskipun demikian, metode maupun prosedur penelitian tidak secara rinci dijelaskan karena lebih memfokuskan pada aspek analisis dari penelitian sebagai bagian utama artikel.
d. Bagian keempat adalah tujuan dari artikel ilmiah dan pengorganisasian tulisan. Tujuan artikel harus diungkapkan secara jelas dan penjelasan bagaimana tulisan diorganisasi untuk mencapai tujuan artikel diharapkan sangat membantu pembaca memahami tulisan. Pada bagian ini, penulis bisa memancing keingintahuan pembaca dengan mendeskripsikan organisasi dari analisis yang menjelaskan temuan yang diperoleh dalam penelitian.

4. Bagian Utama Artikel
Bagian ini adalah inti dari artikel karena memuat analisis dan temuan dari penelitian. Pada bagian ini artikel terbagi menjadi beberapa sub judul sesuai dengan hasil penelitian, analisis dan temuan teoritis penelitian. Pada penelitian kuantitatif, diperlukan subjudul tersendiri untuk menjelaskan metode penelitian dan analisis karena dalam penelitian kualitatif instrument penelitian sangat penting sebagai alat untuk melakukan analisis. Bahkan proses penyusunan instrument untuk melakukan analisis harus dijelaskan dengan baik sehingga replikasi atas metodologi dapat dilakukan oleh orang lain yang ingin melakukan pengujian atas instrument tersebut. Ini adlah sifat dari penelitian kuantitatif yang sangat mengandalkan uji statistik sebagai alat analisis. Hal ini berimplikasi pada hasil dalam penelitian kualitatif yang banyak menampilakan tabel, grafik dan perhitungan statistik. Apabila terlalu banyak, bagian ini dapat diletakkan pada lampiran.

Berbeda dengan artikel dari penelitian kualitatif yang lebih fleksibel dalam penyusunan bagian utama. Bahkan pedekatan konseptual yang menjadi perdebatan awal penelitian dapat menjadi subjudul tersendiri. Di samping itu, hasil penelitian bisa langsung dianalisis sehingga pembahasan lebih mendalam. Meskipun hasil penelitian langsung dibahas, hal ini tidak menjamin laporan penelitian menjadi tipis karena analisis konseptual dalam penelitian kualitatif menuntut analisis yang mendalam.

Pembahasan (analisis) penelitian adalah bagian terpanjang dalam artikel. Hal ini berlaku pada penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Bagian ini mendiskusikan konsep, fakta-fakta dan temuan yang menjadi sintesa penulis. Proses analisis adalah kegiatan yang bertujuan mengaitkan antara kajian teori dan hasil penelitian secara terus-menerus hingga melahirkan temuan faktual maupun teoritis yang menjadi jawaban atas pertanyaan penelitian. Di samping itu, peneliti juga melakukan interpretasi secara mendalam terhadap berbagai fakta dan informasi dan diintegrasi menjadi temuan penting dari penelitian. Dalam proses ini penulis harus secara teliti membaca hasil penelitian, mendiskusikannya dengan pihak-pihak yang relevan maupun menuliskan dengan cara yang menarik.

5. Kesimpulan
Bagian ini berisi jawaban atas pertanyaan penelitian yang menjadi tujuan penulisan artikel. Di samping itu, kesimpulan juga menjelaskan temuan yang diperoleh dalam penelitian dimana hal ini harus faktual dan tidak bersifat formal. Jawaban formal atas pertanyaan penelitian justru menghilangkan dinamika yang terjadi selama proses penelitian berlangsung. Hal ini harus benar-benar dipahami terutama pada saat akan menulis artikel hasil penelitian.
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, artikel bisa memberikan saran untuk melakukan perbaikan atas permasalahan yang muncul. Bahkan artikel dapat melakukan proyeksi atas topik artikel sehingga terbuka peluang untuk melakukan penelitian lanjutan. Peluang untuk melakukan penelitian lanjutan sangat penting sebagai upaya untuk mengetahui lebih mendalam topik yang menjadi kajian dalam artikel.

6. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam artikel ilmiah karena menjadi bukti rujukan atas berbagai sumber yang digunakan dalam artikel. Dengan demikian posisinya menjadi sangat penting. Mencantumkan sumber bacaan yang dikutip dalam tulisan merupakan tindakan bijaksana sekaligus tanggung jawab penulis untuk menghindari terjadi plagiasi atas karya orang lain. Penulisan format daftar pustaka juga menjadi karakteristik yang tidak terpisahkan dari gaya selingkung yang dimiliki oleh jurnal ilmiah sehingga penulis harus memperhatikan hal ini jika ingin artikelnya diterima dalam jurnal maupun pemakalah konferensi international.

Penutup
Penulisan artikel hasil penelitian sangat penting peranannya dalam pengembangan ilmu karena bersumber dari hasil penelitian yang memiliki kaidah-kaidah ilmiah. Artikel ilmiah juga dapat menjadi bukti bagi eksistensi keilmuan yang dimiliki oleh seorang akademisi karena kontribusi yang diberikan terhadap perkembangan ilmu. Dengan sendirinya, tradisi menulis artikel ilmiah akan meningkatkan kredibilitas keilmuan yang dimiliki. Oleh karena itu seorang akademisi harus selalu mengutamakan busada menulis sebagai media untuk mengembangkan kompetensi keilmuan.

Daftar Pustaka
Ali Saukah, 2012, Langkah-Langkah Penulisan Artikel Ilmiah, http: //www. docstoc. com/docs/104643910/LANGKAH-LANGKAH-PENULISAN-ARTIKEL-ILMIAH, diunduh 20 juni 2012 pukul 12.45

Anonim, 2012, Panduan Penulisan Artikel Ilmiah, http://www.met.fe.unpad.ac.id /PPMArtikelIlmiahPenelitian/research/panduan-penulisan-artikel diunduh tanggal 20 Juni 2012 pukul 13.30

Anonim, 1988, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa Jakarta

No comments yet

Leave a Reply